SOP Pengelasan

October 19, 2018 | Author: Anonymous | Category: Documents
Share Embed


Short Description

SOP Pengelasan - Download as Word Doc (.doc / .docx), PDF File (.pdf), Text File (.txt) or read online....

Description

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 

1.  Nama Percobaan : Pengelasan SMAW (Shield (Shield Metal Arc Welding ) 2. Tujuan Percobaan : Untuk menentukan koefisien pencairan dan koefisien penambahan metal las pada  produk lasan setelah dilakukan proses pengelasan SMAW dan untuk mengetahui  parameter-parameter las terutama arus listrik pad alas listrik tangan/las elektroda terbungkus (SMAW) terhadap  Heat Input  (panas yang dipakai) dan produk lasan yang dihasilkan. 3. Prosedur Percobaan : 1.1

Langkah Percobaan: 1.

Menyiapkan pelat dan elektroda dengan ukuran 15 x 10 x 0,3 (cm)

2.

Menimbang pelat dan elektroda.

3.

Memasang elektroda pada kutub positif atau negative pada mesin las SMAW

4.

Men-setting mesin las SMAW (arus 75, 85 , dan 95 A dan tegangan 220V)

5.

Menyiapkan Stop Watch.

6.

Melakukan pengelasan sesuai garis pada pelat, lamanya pengelasan dihitung.

7.

Setelah pengelasan selesai, termokopel ditempelkan pada daerah ujung hasil lasan dan catat waktunya sampai mencapai temperatur 100oC.

8.

Menimbang pelat hasil lasan dan elektroda sisa.

9.

Menghitung kecepatan pengelasan dan laju pencairan elektroda

10. Menghitung dan menentukan nilai koefisien pencairan dan koefisien  penambahan.

1.2 Diagram Alir Percobaan Adapun langkah-langkah percobaan ini dapat digambarkan melalui diagram alir sebagai berikut. Persiapan Pelat dan elektroda dengan

Penimbangan elektroda dan pelat

Setting mesin las SMAW dengan Arus 75, 85 dan 95 A pada Tegangan 220V

Pengelasan serta Menentukan THAZ dan tcooling  menggunakan thermocouple

Pencatatan waktu las

Hasil lasan

Penimbangan elektoda dan pelat

Data

Pembahasan

Literatur 

Kesim ulan

Gambar 1.

Diagram Alir Percobaan

1.3 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat yang digunakan Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu di antaranya: 1.

Mesin Las listrik SMAW.

2.

Penyangga material las.

3.

Timbangan.

4.

Helm/Kaca mata las.

5.

Sarung tangan dan Apron

6.

Penggaris / meteran dan Spidol.

7.

Gergaji tangan dan gergaji mesin

8.

Stopwatch.

9.

Jangka Sorong.

10.

Tang Penjepit.

11.

Ampelas dan sikat baja/kikir 

12.

Timbangan

13.

Palu/Martil.

3.2.2 Bahan yang digunakan Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu di antaranya:

4.

1.

Pelat besi dengan ukuran 15x10x0,3 (cm).

2.

Elektroda Las.

Bahaya yang ditimbulkan dan Penanggulangannya

1. Kejutan listrik  Kecelakaan akibat kejutan listrik dapat terjadi setiap saat, baik itu saat  pemasangan peralatan, penyetelan atau pada saat pengelasan. Resiko yang akan terjadi dapat berupa luka bakar, terjatuh, pingsan serta dapat meninggal dunia. Terdapat beberapa cara untuk penanggulangan apabila kejutan listrik terjadi yaitu : 1. Mematikan stop kontak segera 2. Berikan pertolongan pertama sesuai dengan kecelakaan yang dialami  penderita. Apabila tidak sempat mematikan stop kontak dengan segera, maka hindarkanlah  penderita dari aliran listrik dengan memakai alat-alat kering yang tidak bersifat konduktor.

2. Sinar las Dalam proses pengelasan timbul sinar yang membahayakan operator las dan  pekerja lain didaerah pengelasan. Sinar yang membahayakan tersebut adalah : a. Cahaya Tampak 

Benda kerja dan bahan tambah yang mencair pada las busur manual mengeluarkan cahaya tampak Semua cahaya tampak yang masuk ke mata akan diteruskan oleh lensa dan kornea mata ke retina mata. Bila cahaya ini terlalu kuat maka mata akan segera menjadi lelah dan kalau terlalu lama mungkin menjadi sakit. Rasa lelah dan sakit pada mata sifatnya hanya sementara.  b. Sinar Infra Merah Sinar infra merah berasal dari busur listrik. Adanya sinar infra merah tidak segera terasa oleh mata, karena itu sinar ini lebih berbahaya, sebab tidak diketahui, tidak  terlihat. Akibat dari sinar infra merah terhadap mata sama dengan pengaruh  panas, yaitu akan terjadi pembengkakan pada kelopak mata, terjadinya penyakit kornea dan kerabunan. Jadi jelas akibat sinar infra merah jauh lebih berbahaya dari pada cahaya tampak. Sinar infra merah selain berbahaya pada mata juga dapat menyebabkan terbakar pada kulit berulang-ulang (mula-mula merah kemudian memar dan selanjutnya terkelupas yang sangat ringan). c. Sinar Ultra Violet Sinar ultra violet sebenarnya adalah pancaran yang mudah terserap, tetapi sinar  ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh. Bila sinar ultra violet yang terserap oleh lensa melebihi jumlah tertentu, maka pada mata terasa seakan-akan ada benda asing didalamnya dalam waktu antara 6 sampai 12 jam, kemudian mata akan menjadi sakit selama 6 sampai 24  jam. Pada umumnya rasa sakit ini akan hilang setelah 48 jam.

Pencegahan Kecelakaan karena Sinar Las : 1. Memakai pelindung mata dan muka ketika mengelas, yaitu kedok atau helm las. 2. Memakai peralatan keselamatan dan kesehatan kerja (pakaian pelindung  pakaian kerja , apron / jaket las, sarung tangan , sepatu keselamatan kerja) 3. Buatlah batas atau pelindung daerah pengelasan agar orang lain tidak terganggu (menggunakan kamar las yang tertutup, menggunakan tabir penghalang)

3. Debu dan Asap Las

a. Sifat fisik dan akibat debu dan asap terhadap paru-paru

Debu dan asap las besarnya berkisar antara 0,2 um sampal dengan 3 um

jenis

debu ialah eternit dan hidrogen rendah. Butir debu atau asap dengan ukuran 0,5 um dapat terhisap, tetapi sebagian akan tersaring oleh bulu hidung dan bulu pipa  pernapasan, sedang yang lebih halus akan terbawa ke dalam dan ke luar kembali. Debu atau asap yang tertinggal dan melekat pada kantong udara diparu-paru akan menimbulkan penyakit, seperti sesak napas dan lain sebagainya. Karena itu debu dan asap las perlu dapat perhatian khusus.  b. Harga bata kandungan debu dan asap las Harga bata ( ukuran ) kandungan debu dan asap pada udara tempat pengelasan disebut Thaeshol Limited Value ( TLV ) oleh International Institute of Welding (IIW) ditentukan besarnya 10 mg/m2 untuk jenis elektroda karbon rendah dan 20 mg/m2 untuk jenis lain.

Pencegahan kecelakaan karena debu dan asap las : 1.Peredaran udara atau ventilasi harus benar-benar diatur dan diupayakan, di mana setiap kamar las dilengkapi dengan pipa pengisap debu dan asap yang  penempatannya jangan melebihi tinggi rata-rata / posisi wajah ( hidung ) operator  las yang bersangkutan. 2.Menggunakan kedok/ helm las secara benar, yakni pada saat  berlangsung harus menutupi sampai di bawah wajah

pengelasan

(dagu ), sehingga

mengurangi asap/ debu ringan melewati wajah. 3. Menggunakan baju las (Apron) terbuat dart kulit atau asbes. 4. Menggunakan alat pernafasan pelindung debu, jika ruangannya tidak

ada

sirkulasi udara yang memadai ( sama sekali tidak ada ).

4.

Luka Bakar 

Luka bakar dapat terjadi karena : - Logam panas - Busur cahaya - Loncatan bunga api

Luka bakar dapat diakibatkan oleh logam panas karena adanya pencairan benda kerja antara 12000C  – 15000C , sinar ultra violet dan infra merah, hal ini dapat

mengakibatkan luka bakar pada kulit. Luka bakar pada kulit dapat menyebabkan kulit melepuh / terkelupas, dan yang sangat fatal dapat menyebabkan kanker kulit. Luka bakar pada mata mengakibatkan iritasi (kepedihan, silau) yang sangat fatal menyebabkan katarak pada mata. Luka bakar yang diakibatkan oleh loncatan  bunga api adalah loncatan butiran logam cair yang ditimbulkan oleh cairan logam. Biarpun bunga api itu kecil, tapi dapat melubangi kulit melalui pakaian kerja, lobang kancing yang lepas atau pakaian kerja yang longgar.

Pencegahan Luka Bakar : Untuk mencegah luka bakar, operator las harus memakai baju kerja yang lengkap yang meliputi : · Baju kerja (overall) dari bahan katun · Apron / jaket kulit · Sarung tangan kulit · Topi kulit ( terutama untuk pengelasan posisi di ata s kepala ) · Sepatu kerja · Helm / kedok las · Kaca mata bening, terutama pada saat membuang terak.

View more...

Comments

Copyright © 2017 DOCIT Inc.